You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Aliran Listrik di Pengadegan Sudah Kembali Menyala
photo Erna Martiyanti - Beritajakarta.id

Aliran Listrik di Pengadegan Sudah Normal

Banjir yang merendam wilayah permukiman warga Pengadegan, Pancoran, Jakarta Selatan sempat membuat aliran listrik di kawasan tersebut dipadamkan.

Listrik sudah menyala sejak kemarin. Jumlah pengungsi juga berkurang drastis karena sudah kembali ke rumah

Namun sejak Minggu (11/2) kemarin, aliran listrik di lokasi dipastikan sudah kembali normal.

Lurah Pengadegan, Muhammad Mursid mengatakan, saat ini sebagian besar warga sudah kembali ke rumah masing-masing. Terhitung hanya tinggal belasan jiwa yang masih bertahan di pengungsian.

Kantor Lurah Pengadegan Jadi Tempat Pengungsian

"Listrik sudah menyala sejak kemarin. Jumlah pengungsi juga berkurang drastis karena sudah kembali ke rumah," ujarnya, Senin (12/2).

Mursid menuturkan, untuk membersihkan lumpur sisa banjir diperlukan tenaga ekstra. Sebab, saat ini ketinggian lumpur telah mencapai 50-100 sentimeter, khususnya di wilayah yang berada di saluran air.

"Yang perlu menjadi perhatian juga air bersih. Karena mesin air warga selama banjir terendam air," katanya.

Menurut Mursid, dalam melakukan pembersihan, warga juga dibantu petugas kebersihan dari Suku Dinas Kebersihan, Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU), Pekerja Harian Lepas (PHL) Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Suku Dinas Bina Marga Jakarta Selatan.

"Pasukan ini bantu bersihkan jalan saluran air dan sampah," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Pemprov DKI Bakal Tindak Tegas Aksi Pelecehan Agama

    access_time11-08-2026 remove_red_eye8890 personDessy Suciati
  2. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1300 personAnita Karyati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye1205 personFakhrizal Fakhri
  4. Transjakarta Siapkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu Tahun Depan

    access_time12-08-2026 remove_red_eye1144 personFakhrizal Fakhri
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye947 personBudhi Firmansyah Surapati